Senin, 04 November 2013

TULISAN 8



Kendalikan Inflasi Jangka Panjang, Bank Sentral India Naikkan Lagi Suku Bunga

Rabu, 30 Oktober 2013 | 07:33 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com  - seperti sudah diperkirakan, bank sentral India (RBI) menaikan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam dua bulan berturut-turut, Selasa, (29/10/2013). Kebijakan ini menggarisbawahi dengan perlambatan ekonomi.

Gubernur GBI Regharun Rajjan mengumunkan kenaikan 25 basis poin suku bunga acuan repo menjadi 7,75 persen. Langkah Rajan dinilai sebagai garis keras untuk melawan inflasi, dengan memprkuat tekanan pada pemerintah agar mendorong pertumbuhan ekonomi melalui revormasi dan bukannya lewat kucuran kredit murah yang bersifat jangka pendek.

“Hal ini penting untuk mematahkan spiral tekanan kenaikan hara dalam rangka untuk mengekan erosi penghematan keuangan fondasi perumbuhan,”kata Rajan. Dia memperkirakan Inflasi total maupun Inflasi dari indeks harga konsumen masih akan tinggi pada beberapa bulan mendatang.

Inflasi bulanan India pada September 2013 mencapai 6,5 persen,jauh atas targer RBI dikisaaan 4,0 – 4,5 persen. Sementara inflasi dari indeks harga konsumen bahkan menembus 9,8 persen pada bulan itu, terdorong oleh kenaikan harga pangan, dan menghantam banyak orang miskin di negara itu.

Ekonomi India bak pelari yang tersandung saat melaju kencang. Sempat menjadi peringatan ketiga terbesar di Asia, ekonomi India pada kuartal april samppai juni 2013 hanya tumbuh 4,4 persen, jauh dibawah angka rata-rata pertumbuhan 8 persen negara itu dalam satu decade sebelumnya.

“kami sangat sadar akan keadaan ekonomi,” kata Rajan dalam konferensi pers Selasa. Namun , dia berharap ekonomi “Cuma” tumbuh 5 persen pada tahun fiscal yang dimulai 1 April mendatang, sedikit membaik dari kuartal April-Juni 2013, meski lebih rendah dari target semula Pemerintah India di angka 5,5 persen.

Analisis         :
Sikap gubernur baru RBI dinilai sebagai garis keras terkait pengendalian inflansi dilakukan dengan cara menaikkan suku bunga acuan untuk ke dua kalinya dalam dua bulan berturut-turut.

Sumber          ;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar